Senin, 23 Januari 2012

Perjuangan menuju Seven Summit


by Ganezh



 

Paperback, 298 pages
Published 2006 by ANDI
ISBN13 9797631907999





Resensi:
Siang itu tanggal 20 Maret 1992. Di sana, di hamparan salju putih, sesosok tubuh tinggi besar sedang berjuang keras melintasi tanjakan dengan kemiringan 40 derajat pada ketinggian 6.700 meter. Niatnya sudah bulat. Ia akan mengibarkan Sang Merah Putih dan Panji Mapala UI di Puncak Aconcagua. Ya, puncak tertinggi Amerika Selatan itu hanya tinggal 200 meter lagi! 
Meski semangat terus membara, namun gerak tubuh itu kian perlahan. Sekilas ia teringat Didiek Samsu, yang juga keletihan dan kini beristirahat tak jauh di bawahnya. Lalu tarbayang wajah mungil Melati, anaknya. Karina, isterinya. Juga wajah-wajah keluarga yang dicintainya. Serta para sahabatnya yang sering menyuruhnya kembali. Iapun meringis.. 
"Aku akan sampai ke puncak. Kini aku akan istirahat sejenak." pikirnya. Tak lama kemudian matanyapun terpejam. Rasa letih dan kantuk itu telah membiusnya dan mengantarkan jiwanya ke puncak.
  "Kesuksesan adalah sesuatu yg diingat sesaat, sedang kesalahan akan diingat selamanya - Josune Bereziartu, Perancis" 

Siapakah norman edwin?
sbelum baca buku ini, yg aku tau cuma, norman edwin itu anggota mapala ui, yg tewas di gunung es.. n gw pikir everest, cuma itu..
makanya pas liat buku ini di TM lebak bulus langsung dicomot.. walau ga kenal pengarang dan penerbitnya.. ada buku ini aja ga tau :p

jadi siapakah norman edwin?
benar, norman edwin anak mapala ui
benar, dia tewas di gunung es
salah, bukan everest, tapi aconcagua, di pegunungan andes..
ini terjadi tahun 1992, dlm rangka misi seven summit mapala ui..

Sampai akhir hayatnya, Norman berhasil bercengkrama dgn 4 puncak dr 7summit, yaitu: Carstensz Pyramid, Papua - Kilimanjaro, Tanzania, Afrika - McKinly, Alaska, AS - Elbras, ex.UniSoviet
Dan dipuncak kelima inilah di gn.aconcagua, pgunungan andes, 200m dr puncak, bersama Didiek Syamsu, mimpinya berakhir.

Mereka berangkat berlima, Norman sebagai leader, Didiek, Rudy “Becak” Fayez dan Dian Hapsari, satu2nya wanita dalam team tersebut.
Cuaca buruk, angin kencang Aconcaqua yg disebut Devil's wind, menyebabkan pendakian lebih lama dr seharusnya, dan akhirnya diketinggian skitar 6500m, saat mereka harus kembali turun karena badai, Fayez mengalami kecelakaan, lalu Norman dan Rudy jarinya terkena Frosbite, mereka terpaksa kembali.. Susahnya mencari RS dengan alat2 yang memadai akhirnya membuat beberapa ruas jari tangan Rudi, dan satu ruas jari tangan norman terpaksa diamputasi..

Setelah kejadian itu Norman mengirim Dian dan Fayez utk kembali ke jakarta, sedangkan dirinya dan didiek kembali bercengkrama dengan Aconcagua.. Rudy masih dalam perawatan, jadi dia membantu persiapan perjalanan kedua ini..

Tapi nasib berkata lain.. Ketika sudah diluar batas waktu yg ditentukan mereka tidak juga kembali, pencarian pun dilakukan. Pencarian yg dilakukan tim sar argentina, cili, n rescate GNA argentna (polisi perbatasan) berlangsung lama, cuaca buruk "the devil wind" membuat tim sar kesulitan melakukan pencarian.

Mayat Didiek Syamsu ditemukan terlebih dahulu oleh Carloz, 400m dari puncak, dalam posisi duduk, carloz juga menemukan jejak2 yg diduga milik Norman, menuju kebawah lewat jalur Plaza Argentina.. Tetapi setelah area tersebut disapu oleh tim sar, norman tidak juga ditemukan..
Teman2 Mapala UI memperkirakan Norman meninggalkan Didiek utk beristirahat, sedangkan dia terus menuju puncak, maka seharusnya jenazahnya ada diatas lokasi didiek ditemukan.. Tapi tim sar tetap berpatokan pada jejak2 yg menuju kebawah.. Dan akhirnya tubuh norman ditemukan 200m diatas lokasi ditemukannya didiek, satu bulan sejak mereka dicurigai menghilang..


Jika saja, tim sar tidak terpaku pada jejak2 itu, mungkin...
Jika saja, mereka tidak melakukan pendakian yg kedua itu, mungkin..
Jika saja... jika saja..
Apa kalau 'jika saja' itu terjadi, kejadiannya akan lain?
Tapi kita tahu, Kelahiran, Kematian, Jodoh ditangan Tuhan.. Semua manusia sudah memiliki takdirnya sendiri2...

------------------------------------------------

No more what ifs
Could-be's
One day's
If only's
------------------------------------------------
About Seven Summit:
 
Ada 2 versi 7 summit ini, versi carstensz pyramid (Reinhold Messner) dan versi mount kosciuszko(dick bass)
Versi Messner menjadi lebih populer dr pada versi bass yg lebih dulu di perkenalkan..

ya pastilah, kan ada carstensz disitu :p

Seven Summiteers Pertama Untuk Indonesia

Pada Februari 2009 Tim Indonesia dari Mahitala Unpar memulai kembali misi seven summit yg sempat tenggelam setelah tragedi yg dialami  Norman Edwin dan Didiek Samsu.. Dimulai dengan pendakian Carstensz Pyramid dan di akhiri dengan Mount McKinley, Alaska pada 8 Juli 2011 pk. 08.35 WIB akhirnya tim Indonesia terdaftar dalam list Seven Summiteer (para pendaki 7 puncak dunia)..

Read from February 11 to 14, 2011

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini