Kamis, 12 Januari 2012

Masalah masalah Mercy

by Paula Danziger

Paperback, 178 pages
Published June 3rd 2008 by Penerbit Matahati  
(first published 1974)
ISBN:  9791141266 (ISBN13: 9789791141260)
My rating: 4 of 5 stars
Resensi:
Perkenalkan, namaku Marcy Lewis. Aku gemuk dan berjerawat. Canggung dan mudah gugup. Sekolahku mengerikan. Aku tahu teman-teman menertawakan di belakangku. Keadaan di rumah lebih buruk. Ayah menganggapku tidak berarti, dan seringkali bertengkar dengan ibu. Singkatnya: aku punya banyak masalah!

Semua itu berubah ketika Ms. Finney muncul. Sebenarnya dia adalah guru bahasa Inggris yang aneh, tetapi metode mengajarnya sungguh mengasyikkan. Karena diajari oleh Ms. Finney, aku jadi punya tujuan hidup dan merasa lebih percaya diri.
Tetapi Kepala Sekolah berpikiran lain. Ms. Finney malah dipecat! Aku bergabung dengan teman-teman untuk menggagalkan rencana itu. Upaya yang justru menambah masalahku di rumah, juga di sekolah.

Aku benci ayahku. Aku benci sekolah. Aku benci tubuh gemukku. Aku benci Kepala Sekolah karena ia ingin memecat Ms.Finney, guru bahasa inggrisku.

Membaca kalimat pertama itu, aku mengira Marcy ini tentu orang yang sering mengeluh, tidak puas dengan apapun, penyendiri dan mungkin pemarah..

Setelah meneruskan membaca terbukti semua yg kukira di awal ternyata banyak yg salah..
Mercy memang penyendiri, tapi dia bukan pemarah, dia pemalu.. Dia malu akan kegemukan tubuhnya, dia malu jika muncul jerawat di wajahnya, dia malu berbicara dengan teman-teman sekelasnya..
Mercy memang penyendiri, tapi mungkin semua itu sebuah akibat dari apa yang terjadi di rumahnya. Ayahnya sering berteriak, Ibunya sering menangis, setiap adiknya membuat masalah Mercy selalu disalahkan, semua hal di diri Mercy seperti tidak ada arti dimata ayahnya..

"Aku tidak peduli jika kau dapat nilai-nilai bagus, karena kau konyol. Mengapa aku harus punya anak perempuan yang konyol dan gemuk? aku tidak akan pernah menemukan orang yang mau menikahimu." 

"Lihat apa yang telah kau lakukan. Kami tak pernah bertengkar kecuali gara-gara dirimu. Minta maaf!"

Kalimat-kalimat seperti itulah yang sering diteriakkan ayahnya pada Mercy.. Dan karena percaya dia memang gemuk, konyol, dan menyebalkan, Mercy lebih suka menyendiri.. Bahkan dia berpikir, Nancy, satu-satunya teman yg dimilikinya mau berteman dengannya cuma karena ibu mereka berteman..

Keminderan Mercy mulai berkurang seiring kedatangan Ms.Finney, guru bahasa inggris yang baru di sekolahnya.. Pendekatan Ms Finney yang lebih menekankan pada komunikasi sesama manusia sepertinya membuat Mercy dan teman-teman sekelasnya dapat mengenal lebih baik diri mereka..
Mercy akhirnya mulai keluar dari cangkangnya.. Dia mulai bisa mengobrol santai denggan teman-temannya. Bahkan Joel mengajaknya datang bersama ke pesta Nancy.. 

Tapi kesenangan Mercy dan teman-temannya memiliki guru seperti Ms.Finney tidak bertahan lama. Kepala sekolah dan beberapa orang tua murid menganggap Ms.Finney berpengaruh buruk karena pakaian yg dikenakannya dan penolakannya untuk mengucapkan Ikrar Kesetiaan (Pledge of Allegiance) pada negara dan akan dipecat.. Maka Mercy, Joel, Nancy dan teman-teman yg lain berusaha menggagalkan rencana itu...

---------------------------------------- 
Ini pertama kali aku baca bukunya Paula Danziger. Menurutnya ini adalah semacam autobiografi yg ditulisnya di awal tahun 70an.. Hebatnya aku ga ngerasa ini buku cerita terbitan jaman dulu.. bahkan baru tau pas sudah selesai dan baca catatan penulis di bagian belakang..
Pengen deh baca lanjutannya There's a Bat In Bunk Five tapi musti cari edisi asli nih, ga ada terjemahannya kayaknya..

Sebenarnya aku beli buku ini karena mengira ini buku anak2... yah usia se-sd gitu laah... ternyata cerita anak ABG, yg tahun depan mo masuk SMA :))
Tapi biar begitu ga nyesel kok.. karena aku suka ceritanya :) 
 
Read on January 11, 2012

View all my reviews

0 komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini