Sabtu, 20 Februari 2016

SummitSummit (YARN: Young Adult Realistic Novel)
Paperback193 pages
Published 25 May 2015 by Ice Cube, KPG
9789799108715
“Gue mau mendaki Rinjani. Seperti yang lo tahu, gue udah tertipu habis-habisan. Jadi, gue butuh pemandu dan—”
“Mendaki? Kau tidak salah? Mendaki sampai puncak Mahabiru?”“Dengar, ya, gue ini punya misi penting. Lo nggak perlu tahu alasannya, yang pasti gue harus mendaki Rinjani. Terserah lo mau bilang apa!”“Dan misimu itu lebih penting dari nyawamu?”Bagi Lika si gadis suku Sasak asli, Rinjani adalah taman bermainnya sejak kecil. Berjam-jam mendaki jalur terjal menuju Danau Segara Anak, ia sudah ahli. Puncak Mahabiru pun sudah berkali-kali ia sambangi. Dan ia tak main-main saat mengatakan kalau mimpinya adalah menjadi trekking guideperempuan berlisensi. Sayangnya, Lika harus puas menjadi pemandu wisata keliling desa karena para pendaki lebih percaya trekking guide laki-laki. Kesempatan langka untuknya datang lewat Idan, pemuda kota yang sama sekali tak punya pengalaman mendaki tapi ngotot ingin menyentuh puncak Rinjani. Keduanya saling membutuhkan, namun keduanya sama-sama meragukan kemampuan masing-masing. Akankah pendakian ini berhasil, jika dari awal saja keduanya selalu berselisih?

niatnya dibaca saat liburan, tp apa daya kegiatan lain lebih menggoda :p
ga nyampe 10 halaman yg dibaca saat liburan... hari ini lanjut baca dan selesai.. ringan, mengibur dan sesaat membawa mengenang masa lalu, saat2 menikmati hangatnya tenda, dinginnya udara malam, indahnya langit belarakan (bukan cuma bertaburan) bintang, kekonyolan teman seperjalanan, humor2 garing yg tiba2 menjadi lucu di ketinggian di atas 2000mdpl
ah memang mendaki gunung itu candu, bahkan buat gw yg selalu kena mountain sickness, menikmati malam di surya kencana menatap langit malam yg diisi bintang2 yg sibuk memamerkan kerlap kerlipnya itu sebuah kenikmatan tiada tara..
gw memang bukan pendaki gunung sejati, lah gw cuma pernah naik gn slamet n gede doang.. tapi dengan pengalaman cuma 2 gunung itu, banyak yg gw dapet, termasuk mendapatkan sahabat2 yg sampai saat4 ini masih berusaha utk tetap berhubungan walau "cuma sebatas" keramaian di grup WA.. thanks to tekhnologi :)
Udara gunung itu memang candu, langit penuh bintang itu memang candu, kebersamaan itupun candu tersendiri...
Mungkin itu yang tidak diketahui sama orang2 yg belum kecanduan macam Idan.. Meremehkan kegiatan mendaki, dengan angkuhnya berangkat ke rinjani untuk menaklukan gunung.. Tanpa persiapan apapun hanya mengandalkan paket wisata yg ternyata palsu, masih beruntung Idan ketemu Lika.. Membaca buku ini cukup menyenangkan, walau kisah romansanya mah bisa ditebak :D

View all my reviews
Ada kesalahan di dalam gadget ini