Jumat, 16 Desember 2011

The HERetic's Daughter

The Heretic's Daughter by Kathleen Kent




Paperback, 282 pages
Published May 30th 2011 by M-pop (first published September 3rd 2008) 


ISBN13   9786029625554 

Sinopsis:
"Aku berharap
kisahku ini membuatmu
memahamiku dan memaafkanku
untuk sesuatu yang telah
aku lakukan"

...Saat itu kaum Puritan percaya, nasib buruk
disebabkan oleh aliran sesat di sekeliling mereka.

Hanya kegigihan, kejujuran, dan kasih sayang yang membuka hati Martha dan Sarah Carrier, yang menyatukan mereka berdua bersama-sama menghadapi penjara, penyiksaan, dan bahkan kematian.

Sesungguhnya, ada satu kebohongan yang dapat menyelamatkan nasib Sarah, namun menghabisi nyawa ibunda Sarah sendiri, Martha, seorang tertuduh kota Andover New England sebagai penganut aliran sesat...

 kadang manusia bisa menjadi sangat kejam ;(
 
Berawal dari kepercayaan kaum Puritan bahwa nasib buruk disebabkan oleh adanya aliran sesat di sekeliling mereka.. Dan saat wabah cacar merajalela, pembunuhan dan penculikan yg dilakukan orang-orang Indian, gosippun mulai berhembus.. Bepuluh-puluh orang, perempuan dan laki-laki, bahkan anak-anak ditangkap, karena pengaduan kerabat maupun tetangga.. Kebebasan dr hukuman mati diberikan bukan karena terbukti tidak bersalah, tapi karena bersedia mengakui melaksanakan aliran sesat dan mengadukan orang lain.. 20 orang tewas..

The HERetic's Daughter ini menceritakan salah satu korban Pengadilan tuduhan sihir Salem.. Martha Carrier dan keluarganya.. 

Martha: "Apakah kamu memberiku pencerahan ini lalu memadamkannya kembali? Kau ingin aku melarikan diri? Lalu siapakah ak? Aku hanya seorang pelayan dengan sepatu bot dipunggung. Dan bagaimana aku di mata annak-anak atau dimatamu? Bisakah kau mencintaiku seperti selama ini setelah aku melupakan sesuatu yg kuanggap benar? Aku tidak takut, Thomas." 

Thomas : "Ya. Itulah sebabnya aku takut." 

Percakapan diatas terjadi di malam terakhir sebelum penangkapan Martha Carrier atas tuduhan melakukan praktek sihir..
Sarah menguping pembicaraan ayah dan ibunya.. Dan di malam itu juga ibunya memberikan sebuah buku catatan merah.. catatan sejarah keluarga yg bahkan ayahnya tidak tahu keberadaannya..

Martha Carrier tidak mau begitu saja menerima tuduhan pengadilan atas dirinya.. Dia menyangkal dan tetap menyangkal.. Tapi tidak untuk keluarganya.. Pesannya pd malam sebelum penangkapannya adalah agar ketika saatnya tiba, semua anak-anaknya harus mengikuti apa yg hakim inginkan mereka utk katakan.. karena menurutnya hanya dengan cara itulah anak-anaknya memiliki harapan untuk selamat..
Tapi tidak semua anak-anaknya setuju, yang setujupun awalnya tidak bisa menerima itu semua..
Menyedihkan sekali, untuk selamat kita harus mengorbankan orangtua kita sendiri.. kejam..

Tidak terbayangkan kehidupan dimasa itu.. Tatapan curiga tetangga, bisik-bisik beracun yang menyebar, pengucilan, bahkan penindasan... lahir dan batin... ;( 

"Tak ada kematian bagi kenangan. Kenanglah aku Sarah. kenanglah aku, dan sebagian diriku akan selalu bersamamu."- Martha, hal 246 

"Dalam setiap langkah aku mengingat harga dirinya, kekuatannya, cintanya.
Dan dengan setiap langkah aku ingat, aku adalah putri ibuku. Aku adalh putri ibuku...." - Sarah, hal 272
 


-------------------------------------------------------------
Salem Witch Trials




Caption: "Witchcraft at Salem Village."
Description: A generalized courtroom scene showing an "afflicted" girl fallen on the floor in front of the judges bench. An accused woman stands in front of the judges holding her right hand over her heart and gesturing upwards, as if in the act of declaring her innocence before God.
Source: Pioneers in the Settlement of America by William A. Crafts. Vol. I Boston: Samuel Walker & Company, 1876. Artists: F. O. C. Darley, Wm. L. Shepard, Granville Perkins, etc.
Various Images of Salem Witch Trials

---------------------------------------------------------------

Pada tahun 1996 ada sebuah film tentang Salem Witch Trials ini, bukan berdasarkan kisah Martha carrier, melainkan berdasarkan kisah John Proctor yang juga dihukum mati pada hari yg sama dgn Martha The Crucible


Note: sebenernya pengen nanya ke matahati, kenapa tidak memakai editor utk buku ini? #pengentauajaaa :))


View all my reviews

6 komentar:

  1. emang kenapa harus butuh editor kak mute?
    anyway, covernya bagus yah?

    BalasHapus
  2. weh beneran g ada editor? byk typo kah? jarang-jarang ya :)

    BalasHapus
  3. @bang epi, ga harus sih... cuma berasa aneh aja ga ada editor hehhe
    @Peri Hutan, sepertinya sih ga banyak yah.. aku bukan pemerhati typo kok...

    Jadi ya sebenernya emang nanya cuma karena kepo doang hehehe :p

    BalasHapus
  4. @Peri Hutan, Eh iya covernya memang bagus, aku lebih suka cover matahati ini lebih bagus dr aslinya :D

    BalasHapus
  5. halo, muthe... iseng ah jawab :) kebetulan penerjemah ini sekaligus mengedit pekerjaannya, dan alhamdulillah hasilnya cukup baik. tapi biasanya matahati jarang meloloskan bukunya begitu aja ke pembaca tanpa dibaca dulu oleh editor di dalam, termasuk buku ini. btw, makasih reviewnya ya^^

    BalasHapus
  6. @mba lulu, makasih ya udah ngejawab, ga penasaran lagi deh hehehe...

    BalasHapus

Ada kesalahan di dalam gadget ini