Rabu, 25 April 2012

Love, Aubrey

Love, Aubrey
by Suzanne LaFleur

Ary Nilandari (translator), 
Khairi Rumantati (editor)

Paperback, 256 pages
Published December 16th 2010 by M-pop (Penerbit Matahati)


My rating: 4 of 5 stars


Sinopsis:
Aubrey baru saja kehilangan ayah dan adiknya dalam keadaan tragis yang membuat seluruh hidupnya jungkir-balik. Bersama ibunya, gadis itu berusaha menata hidupnya kembali. Namun, pada suatu hari, sang ibu pergi meninggalkannya, entah ke mana, tanpa pesan, tak ingat pada dirinya.

Gadis berusia sebelas tahun itu terpaksa mengurus diri dan menjalani hari-harinya sendirian, menunggu ibunya kembali. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah menulis surat untuk mengungkapkan perasaan, bahkan di saat tak ada seorang pun yang dapat membacanya.

Ini adalah kisah mengharukan tentang keluarga, persahabatan, kenangan, cinta, serta kekuatan untuk memaafkan. Pada akhirnya, semua pengalaman itu memaksa Aubrey membuat salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya

Apa rasanya tiba-tiba saja kehilangan ayah dan adikmu dalam kecelakaan mobil..
Apa rasanya tiba-tiba saja ibu kandungmu sendiri meninggalkanmu di suatu pagi...
 

itu yang terjadi pada aubrey, dia berumur sebelas tahun ketika dunia indahnya terenggut oleh tangan2 takdir..
Dia harus menguatkan dirinya untuk hidup sendiri, setelah ibunya tiba2 pergi pada suatu pagi.. Tidak sedikitpun terlintas di pikirannya utk menghubungi gram atau uncle david, sampai akhirnya gram datang dan membawanya utk tinggal di rumahnya di vermont..

Di sana dia bertemu bridget, gadis kecil yg tinggal bersama ayah, ibu dan dua adiknya di sebelah rumah gram..
setiap melihat kebahagiaan keluarga bridget, perutnya bergejolak..
melihat mabel adik bridget di angkat di udara oleh ayahnya perutnya bergejolak..
bermain bersama bridget n mabel pun kadang membuat perutnya bergejolak...
sampai saat itu tiba, saat kenyataan menghantamnya.. saat akhirnya bukan cuma membuat perutnya bergejolak, tapi membuatnya merintih, meratap saat kesadaran itu mengoyak jiwanya, saat dia memahami betapa sulit untuk menggapai mereka yang meninggalkannya...

campur aduk yang gw rasain pas baca buku ini,
sedih saat aubrey menyangkal apa yang terjadi..
marah saat pertama ibunya meninggalkan aubrey tanpa pesan..
miris saat aubrey berusaha tinggal sendiri..
menangis saat aubrey merintih dan meratap, terpuruk di tengah hutan..
tersenyum saat aubrey dengan kekuatannya menemani bridget di unit gawat darurat..
-------------------------------------------------
pertama baca buku ini minjem teman GRI Balikpapan.... tp karena suka banget banget sekarang udah beli doooong... pas Matahati ngadain diskon online ^^

View all my reviews

3 komentar:

  1. Hah, ibunya pergi dan si Aubrey ditinggal sendiri.. hiks, kasihan :(

    BalasHapus
  2. @oky ho oh, sedih ceritanya bikin pengen mewek :'(

    BalasHapus
  3. Toko Buku Online Terlengkap & Terpercaya - GarisBuku.com

    BalasHapus

Ada kesalahan di dalam gadget ini